SMP Negeri 28 Surabaya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat, serta memastikan bahwa proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Melalui penerapan program ini, sekolah berupaya membangun kesadaran serta kemampuan mitigasi bencana bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Implementasi SPAB di SMP Negeri 28 Surabaya dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan yang dilaksanakan secara berkala. Siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis potensi bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, serta prosedur evakuasi yang benar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki kesiapan dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
Selain dari sisi edukasi, sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Fasilitas tersebut meliputi jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses, titik kumpul yang aman, papan informasi kebencanaan, serta perlengkapan keselamatan yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat. Penataan fasilitas ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap warga sekolah dapat mengetahui dan mengikuti prosedur keselamatan dengan baik.
SMP Negeri 28 Surabaya juga secara aktif membangun koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Kerja sama dengan instansi terkait serta kegiatan sosialisasi kebencanaan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kemampuan mitigasi bencana bagi seluruh warga sekolah.
Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), SMP Negeri 28 Surabaya berupaya menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman dan kondusif, tetapi juga aman dari berbagai risiko bencana. Dengan kesiapan yang baik serta dukungan fasilitas yang memadai, sekolah berharap dapat melindungi seluruh warga sekolah sekaligus menanamkan budaya sadar bencana kepada peserta didik sejak dini.